Minggu, 22 Agustus 2010

Hujan Darah di India


Hujan Darah di India adalah salah satu fenomena alam yang belum di ketahui kebenarannya. Hujan yang terjadi pada tanggal 25 Juli 2001 silam tersebut dipenuhi dengan air berwarna merah menghujani negara bagian Kerala di India. Hujan itu berlangsung hingga September 2001. Hal ini masih menjadi misteri bagi kita seperti fenomena Segitiga Bermuda.Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi.Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.Dari hasil penelitian menyebutkan lomposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.

Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.

Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Ia menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor. McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit. 36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan California abad ke-19. McCafferty mengatakan, “kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja.”

Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, yaitu teori yang disebut Panspermia, sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.

Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet. Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis “luar bumi”


Air terjun berwarna merah darah mengalir sangat lambat di gletser Taylor di Antartika di McMurdo Dry Valleys. Geolog pertama menemukan air terjun membeku itu pada 1911.Ilmuwan berpikir warna merah tersebut berasal dari alga, tetapi ternyata hal tersebut merupakan kejadian alamiah yang membuatnya semakin spektakuler.

Hampir selama 2 ribu tahun lamanya, gletser Taylor tertutup di bawah sejumlah kecil air yang mengandung komunitas mikroba kuno. Terperangkap di bawah lapisan tebal es, mereka berada di sana sejak itu, terisolasi di dalam kapsul waktu alami. Retakan yang ada di gletser menyebabkan subgletser danau mengalir keluar, membentuk aliran tanpa mengkontaminasi ekosistem yang ada di sekitarnya.Berevolusi independen di dalam dunia terasing, mikroba tersebut hidup di dalam dunia dengan tanpa cahaya atau oksigen dan panas yang amat minim. Peristiwa tersebut disebut sebagai aliran lambat primordial. Danau yang terperangkap tersebut memiliki tingkat salinitas tinggi dan kaya zat besi, yang memberikan warna merah pada air terjun tersebut.Keberadaan ekosistem aliran darah menunjukkan bahwa kehidupan sangat mungkin meskipun dalam kondisi bumi yang paling ekstrim sekalipun.Berkat kehidupan yang tidak pernah terlihat mata secara langsung, fenomena aliran darah di lautan Antartika tersebut menjadi luar biasa baik secara visual maupun ilmiah.

Rabu, 16 Juni 2010

Aliran Setanisme

Setanisme secara singkat dapat diartikan sebagai penyembahan terhadap
setan dan menjadikannya sebagai tuhan. Selain menolak Allah, agama dan
nilai keagamaan, gerakan ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang
oleh agama dianggap berdosa. Setanisme juga menerima setan sebagai
pemimpin dan pembimbing.

Sejarah Setanisme

Kaum Setanis, yakni para pengikut ajaran setanisme, sudah ada dan
melaksanakan kegiatan keji mereka di setiap tahap sejarah dan dalam
setiap peradaban mulai sejak masa Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta
sejak Abad Pertengahan sampai hari ini. Di antara abad ke-14 dan
ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja
setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan
sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, Setanisme
diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari
keyakinan dan agama lain.

Penyembahan setan terus berlanjut sejak abad ke-19, mula-mula sebagai
Setanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang
merupakan pecahannya. Upacara kejam yang dilakukan oleh tukang sihir
seperti pengorbanan anak dan wanita dewasa kepada setan, perayaan Misa
Hitam dan upacara Setanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-
diam secara turun temurun.

Lambang Setanisme tradisional yang terpenting adalah Baphomet yang
menjadi lambang bagi orang yang memuja setan. Para ahli sejarah yang
menelusuri asal-usul sosok berkepala kambing ini telah menemukan
beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Setanis. Lambang Setanis
terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam
lingkaran. Yang menarik, ada dua perkumpulan rahasia lainnya di
samping para Setanis yang menggunakan Baphomet dan pentagram sebagai
lambang. Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem
(Knight Templars), yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik
sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311. Perkumpulan
lainnya adalah perkumpulan Mason (Freemasonry) yang telah bertahun-
tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan
upacaranya yang aneh.

Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa
terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan
Mason. Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama
lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja,
perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya
berubah menjadi paham Mason. Yang pasti tentang Freemasonry adalah,
perkumpulan ini bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi,
dengan anggota di seluruh pelosok dunia. Uraian yang diberikan para
ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah
keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat
menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-
cara penyembahan setan. Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan
adalah bahwa banyak pengikut Setanisme yang kemudian menjadi anggota
organisasi Masonis.
Kini, Setanisme telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia
itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Setanis bergiat di setiap
negara untuk menyebarkan ajarannya dengan gigih dalam buku-buku,
terbitan berkala, dan terutama di Internet dalam usaha mereka menarik
anggota. Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Setanis
menampilkan citra yang sama. Cara berpakaian, tata cara penyembahan,
kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan
ciri lainnya menunjukkan bahwa Setanisme bukanlah gerakan biasa
melainkan sebuah organisasi yang sengaja bersandar pada suatu landasan
pemikiran.
Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama
bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka
bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi
gerakan yang terbuka di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30
April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja setan
ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey
yang menyatakan dirinya sebagai pendeta. Dikenal sebagai Paus Hitam,
LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya
mengenai aliran Setanisme ini. Judul buku-buku itu: "Kitab Suci Setan, Upacara
Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara".
LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan
memiliki sekitar 10 ribu-an anggota di Amerika Utara, dan meskipun
banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus
berjalan.

Setanisme dan Materialisme

Suatu ciri kaum Setanis masa kini adalah: mereka semua ateis (tidak
mengakui Tuhan). Mereka sekaligus juga kaum materialis, artinya,
mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka. Mereka
mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum
Setanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata.
Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya
setan. Bagi kaum Setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan
permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka. Dalam
sebuah tulisan yang berjudul "Pengantar Setanisme" yang diterbitkan
petinggi aliran Setan ini, dinyatakan bahwa para Setanis sebenarnya adalah ateis:
Setanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan, mirip seperti
ajaran Budha, Kong hucu, Taoisme bahkan kristenisasi juga. Tidak ada
yang perlu ditakuti menghadapi kebiadaban kejahatan setanis mereka.
Kaum Setanis tidak percaya adanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala, malaikat,
surga atau neraka, iblis. ...Setanisme bersifat ateis ...Otodeis: kami
menyembah diri kami sendiri. ...Setanisme adalah materialis ... Setanisme
adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, "A Description of Satanisme")
Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan
yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat, Setanisme
menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah.
tempat para pengikut aliran Setan di bandung ?
Hm...
i thing it's just RUMOR

yup...memang ada bangunan yang di atas nya ada patung gurita Dan kawan2 nya...

tapi tu bangunan bukan gereja ..

ktnya tu bangunan bekas kasino tahun 80an ....
info2 klo yang masuk ke situ bakalan di kutuk pentagram dan sebagainya kyk nya cuman nakut2in aja...
buktinya ?yg ngmbil fto ini aja sehat jasmani rohani ne stlh foto2n tu bangunan...
sempet mau loncat pager nya...cuman tkt disangka maling
banyak orang bilang gak ada jalan masuk nya kan ? ni ada kok...
cuman pagar nya ada 2 lapis...